September 29, 2021

Hayou Menulis

Sedikit Penuh Manfaat

Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, Blended Learning

 

Apa itu Kampus Merdeka?

Era kepemimpinan Bapak Nadiem makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, telah mengeluarkan kebijakan baru yang dijadikan dasar untuk menerapkan Merdeka belajar dan Kampus Merdeka.

Guna menjalankan kebijakan kampus merdeka tersebut sangat dibutuhkan inovasi dan kreativitas perguruan tinggi. Apalagi ini merupakan hal baru, yang sangat berbeda dengan pola pendidikan sebelumnya.

Saat ini sudah ada beberapa perguruan tinggi, swasta yang telah menerpakan konsep kampus merdeka.

Konsep kampus merdeka ini salah satu yang bisa diterapkan adalah mahasiswa boleh memilih kuliah sesuai yang diinginkan diluar program studi yang diambil. Oleh karenannya mahasiswa memiliki kesempatan yang luas untuk memiliki keahlian diluar bidang atau jurusan yang dipilih. Selain itu jadwal kuliah juga lebih fleksibel, mahasiswa bisa memilih jadwal yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa.

Blended Learning 

Salah satu istilah yang populer pada saat ini dibidang pendidikan dan pembelajaran adalah blended learning. Definisi blended learning yaitu  “Blended learning combines the best aspects of online learning, structured face-to-face activities, and real world practice. Online learning systems, classroom training, and on-the-job experience have major drawbacks by themselves. The blended learning approach uses the strengths of each to counter the others’ weaknesses.” (Semler, 2005).

Blended learning merupakan suatu pola pembelajaran yang dilakukan dengan cara menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, dan gaya pembelajaran, media pembelajaran, secara interaktif antara fasilitator dengan orang yang mendapat pengajaran. Dengan kata lain Blended learning  merupakan  kombinasi pola pembelajaran secara langsung (face-to-face) dan online learning, bahkan bisa dijadikan sebagai elemen dari interaksi sosial.

Mengapa bisa disebut sebagai elemen dari interaksi sosial? Alasannya adalah (1) adanya interaksi antara mahasiswa dan pengajar, (2) Adanya proses pembelajaran  bisa secara online ataupun tatap muka langsung, (3) Blended Learning bisa diartikan sebagai combining instructional modalities (or delivery media), (4) Blended Learning sebagai combining instructional methods.

Perguruan Tinggi yang Menerapkan Konsep Kampus Merdeka

Pada masa pandemi covid-19 sudah ada beberapa kampus yang menerpakan pola pembelajaran Blended Learning, baik kampus swasta maupun negeri. Best Practice diraih oleh IPB, Universitas Prasetya Mulya, Universitas Pelita Harapan, dan Universitas Teknologi Sepuluh November.

IPB

IPB yang meraih predikat Best Practice adalah Program Magang Profesi di Prodi S-1.  Aktuaria IPB dan Mahasiswa peserta magang mengikuti program magang minimal 128 jam kerja efektif yang setara dengan 2 sks kegiatan magang, atau setara dengan 22 hari kerja di perusahaan.

Universitas Prasetya Mulya

Program Co-operative Education Prodi Matematika Bisnis Universitas Prasetiya Mulya. Program Co-op memungkinkan siswa untuk mendapatkan setidaknya satu tahun pengalaman kerja secara profesional di bidang yang berkaitan dengan Matematika Bisnis.

Universitas Pelita Harapan

Program merging Prodi Ilmu Aktuaria di Universitas Pelita Harapan (UPH). Prodi Ilmu Aktuaria menerapkan magang di tahun ketiga dan tahun keempat, misalnya di industri asuransi.

Universitas Teknologi Sepuluh November

ITS mengeluarkan Peraturan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November Nomor 12 Tahun 2019 tentang Baku Mutu Magang Program Studi Sarjana Terapan dan Sarjana. Magang berdurasi antara satu bulan hingga enam bulan.

Kampus lain yang menerapkan Blended Learning yaitu:

  1. Universitas Indonesia
  2. Universitas Budi Luhur Jakarta
  3. Universitas Sebelas Maret
  4. Universitas Negeri Yogyakarta
  5. Universitas Bina Nusantara
  6. Universitas Budi Luhur

Dll.

 

Kegiatan mahasiswa yang dapat dilakukan di luar kampus asal

Mahasiswa selain belajar di kampus asal juga bisa belajar di tempat lain, melalui beberapa kegiatan antara lain:

  1. Magang / Kerja
  2. Pertukaran Pelajar
  3. Proyek di desa
  4. Berwirausaha
  5. Penelitian (riset)
  6. Proyek kemanusiaan
  7. Studi/Proyek independen

Semua kegiatan wajib dibimbing oleh seorang dosen / pengajar. Kegiatan yang berada di luar Perguruan Tinggi asal (misalnya magang atau proyek di desa) dapat diambil sebanyak dua semester atau setara dengan 40 sks.

Kampus merdeka memungkinkan mahasiswa memiliki kebebasan memilih jadwal kuliah dapat disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Kampus yang menerapkan blended learning ini memberikan kemudahan belajar bagi para mahasiswa, sehingga bisa belajar dimanapun, kapanpun, dan dalam kondisi apapun tanpa perlu takut ketinggalan pelajaran. Pada kampus merdeka syarat lulus bukan hanya melalui penulisan skripsi. Mahasiswa dapat memilih untuk mengambil atau tidak mengambil skripsi sebagai syarat lulus dan menggantinya dengan tugas magang atau mata kuliah tambahan.(Rahayu).